Beristirahat tidak selalu berarti berhenti bergerak. Dalam banyak situasi, tubuh justru memperoleh manfaat lebih besar ketika tetap aktif dengan gerakan-gerakan sederhana di sela aktivitas.
Banyak pria menghabiskan sebagian besar harinya dengan duduk. Bekerja di depan komputer, mengikuti rapat daring, menyetir, hingga menikmati hiburan setelah pulang kerja membuat waktu dalam posisi duduk semakin panjang. Meski aktivitas tetap berlangsung, tubuh sebenarnya bergerak jauh lebih sedikit dibanding yang dibutuhkan.
Situasi ini sering menimbulkan kesalahpahaman. Selama seseorang rutin berolahraga satu jam setiap pagi atau sore, ia merasa sudah cukup aktif. Padahal, delapan hingga sepuluh jam duduk tanpa banyak bergerak tetap memberikan tantangan tersendiri bagi tubuh.
Karena itulah, para ahli kini tidak hanya membahas pentingnya olahraga, tetapi juga pentingnya mengurangi waktu duduk yang terlalu lama melalui apa yang dikenal sebagai active breaks atau istirahat aktif.
Baca Juga: Bekerja di Ruangan Ber-AC Seharian Bukan Berarti Kulit Lebih Aman
Tubuh Dirancang untuk Bergerak Sepanjang Hari
Tubuh manusia tidak dirancang hanya untuk aktif pada waktu-waktu tertentu. Otot, sendi, pembuluh darah, dan sistem metabolisme bekerja paling baik ketika memperoleh gerakan secara berkala sepanjang hari.
Menurut Dr. James Levine, profesor kedokteran dari Mayo Clinic yang dikenal melalui penelitiannya mengenai gaya hidup sedentari, duduk terlalu lama dapat menurunkan aktivitas metabolisme meskipun seseorang rutin berolahraga. Ia menjelaskan bahwa tubuh membutuhkan gerakan kecil yang dilakukan berulang sepanjang hari agar berbagai sistem fisiologis tetap bekerja secara optimal.
Gerakan sederhana seperti berdiri, berjalan ke dispenser, menaiki tangga, atau melakukan peregangan selama beberapa menit membantu mengaktifkan kembali otot-otot yang lama tidak digunakan. Aktivitas ringan tersebut juga mendukung sirkulasi darah sehingga distribusi oksigen dan nutrisi ke berbagai jaringan tubuh berlangsung lebih baik.
Dr. I-Min Lee, profesor Medicine dari Harvard Medical School yang banyak meneliti aktivitas fisik dan kesehatan masyarakat, menjelaskan bahwa manfaat gerakan tidak hanya berasal dari olahraga intensitas tinggi. Akumulasi aktivitas ringan yang dilakukan secara konsisten sepanjang hari juga memberikan kontribusi penting terhadap kesehatan tubuh.
Kulit ikut memperoleh manfaat dari proses tersebut. Sirkulasi darah yang lebih baik membantu mendukung proses regenerasi sel serta distribusi nutrisi yang diperlukan agar kulit dapat menjalankan fungsi alaminya dengan optimal.
Baca Juga: Aktivitas Virtual vs Real: Dampaknya pada Kesehatan Kulit
Bergerak Sedikit tetapi Sering Lebih Mudah Dipertahankan