Dalam banyak hubungan, perhatian sering diarahkan pada komunikasi, waktu bersama, dan pemahaman emosional. Namun, ada satu aspek yang sering dianggap sepele, padahal dampaknya terasa nyata, yaitu bagaimana seseorang merawat dirinya sendiri.
Dalam gelaran Padel Couple Tournament di Bandung, yang diinisiasi Hengky Kurniawan dan Sonya Fatmala dalam rangka merayakan 11 tahun pernikahan mereka, pembahasan ini muncul dalam bentuk yang lebih terbuka. Bukan hanya soal olahraga atau kebersamaan pasangan, tetapi juga tentang bagaimana perawatan diri menjadi bagian dari hubungan itu sendiri.
Melalui sesi talkshow yang dihadiri pasangan Hengky dan Sonya, dr. Fajar ‘OmDoc’ Arief Noor, Wendra Wilendra, M.MT., dan Apt. Cahya Khairani Kusumawulan, M.Farm., terlihat bahwa kesadaran ini tidak datang dari teori semata. Ia muncul dari pengalaman sehari-hari, dari dinamika hubungan yang dijalani secara nyata. Dari sini, perawatan diri tidak lagi berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari bagaimana seseorang hadir dalam hubungan.
Baca Juga: Terlalu Fokus kepada Harga, Terlambat Memahami Kebutuhan
Perawatan Diri Bukan Sekadar untuk Diri Sendiri
Selama ini, perawatan diri pria sering diposisikan sebagai pilihan. Jika dilakukan, dianggap sebagai tambahan. Jika tidak, tidak selalu dianggap sebagai masalah. Namun dalam konteks hubungan, pendekatan ini mulai terasa kurang lengkap.
Dalam diskusi talkshow, muncul satu pemahaman sederhana namun penting. Bahwa menjaga diri bukan hanya soal kenyamanan pribadi, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap pasangan. Ketika seseorang menjaga kebersihan, aroma tubuh, dan kondisi dirinya, ia juga sedang menjaga kualitas interaksi dengan orang terdekatnya.
Hal ini juga disampaikan secara langsung oleh Sonya Fatmala, yang melihat bahwa kesadaran pria dalam merawat diri membawa dampak yang nyata dalam hubungan. Ketika pria mulai peduli terhadap kebersihan dan kenyamanan dirinya, suasana dalam hubungan juga ikut berubah menjadi lebih positif.
Sebaliknya, ketika aspek ini diabaikan, dampaknya sering tidak langsung terlihat. Namun perlahan, rasa tidak nyaman bisa muncul dalam bentuk yang sulit dijelaskan. Dari sinilah perawatan diri mulai memiliki makna yang lebih dalam.
Menariknya, dalam talkshow juga terlihat bagaimana perawatan area intim jadi salah satu topik yang mulai dibahas secara lebih terbuka. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran budaya, di mana hal-hal yang sebelumnya dianggap sensitif mulai dipahami sebagai bagian dari kesehatan dan hubungan.
Baca Juga: Rutinitasnya Sama, Tapi Kenapa Hasilnya Berbeda?
Dari Kesadaran ke Kebiasaan yang Lebih Seimbang