Back to Articles
ACTIVE LIFESTYLE

Tidur dan Pemulihan: Mengapa Pria Sering Mengabaikannya?

Tidur adalah fondasi pemulihan tubuh dan kulit. Mengabaikannya membuat proses recovery berjalan lebih lambat dari yang dibutuhkan.

July 14, 2026
4 min read
1 views
Tidur dan Pemulihan: Mengapa Pria Sering Mengabaikannya?

Banyak pria rela mengorbankan waktu tidur demi pekerjaan, hiburan, atau target tertentu. Yang sering terlupakan, tubuh justru melakukan pekerjaan terpenting ketika kita sedang tertidur.


Ada anggapan yang cukup kuat di kalangan pria bahwa tidur adalah waktu yang bisa ‘dipinjam’. Tidur empat atau lima jam dianggap masih cukup selama tubuh masih mampu bekerja keesokan harinya. Bahkan, tidak sedikit yang menganggap kemampuan bertahan dengan sedikit tidur sebagai tanda produktivitas.


Padahal, tubuh memiliki cara pandang yang berbeda. Baginya, tidur bukan hadiah setelah bekerja keras, melainkan bagian dari proses biologis yang menentukan apakah seluruh sistem tubuh dapat kembali berfungsi secara optimal.


Ironisnya, dampak kurang tidur tidak selalu langsung terasa. Tubuh memang mampu beradaptasi selama beberapa waktu. Namun, adaptasi itu sering dibayar dengan menurunnya kualitas pemulihan yang berlangsung diam-diam setiap malam.


Baca Juga: Aktivitas Sehari-hari yang Diam-diam Menguras Energi Tubuh 


Ketika Tubuh Kehilangan Waktu untuk Memperbaiki Diri

Saat seseorang tidur, tubuh tidak benar-benar berhenti bekerja. Justru pada periode inilah berbagai proses pemulihan berlangsung secara intensif. Sistem imun melakukan regulasi, hormon diperbarui, jaringan diperbaiki, dan kulit menjalankan sebagian besar proses regenerasinya.


Ketika durasi atau kualitas tidur terus berkurang, tubuh mulai memilih prioritas. Energi akan lebih banyak dialokasikan untuk menjaga fungsi-fungsi vital dibanding melakukan perbaikan yang sifatnya jangka panjang. Akibatnya, proses pemulihan berjalan lebih lambat daripada yang seharusnya.


Menurut dr. Fajar Arief Noor, banyak pria tidak menyadari bahwa kurang tidur berulang kali dapat memengaruhi kesehatan secara menyeluruh. Bukan hanya stamina yang menurun, tetapi juga daya tahan tubuh, kualitas konsentrasi, hingga kemampuan kulit mempertahankan skin barrier dan kelembapan alaminya.


Pendapat tersebut diperkuat oleh Dr. Matthew Walker, profesor Neuroscience di University of California, Berkeley, sekaligus penulis Why We Sleep. Ia menjelaskan bahwa tidur merupakan salah satu proses biologis paling penting dalam menjaga kesehatan manusia. Menurutnya, tidak ada sistem tubuh yang tidak memperoleh manfaat dari tidur yang berkualitas, mulai dari otak, metabolisme, sistem imun, hingga kulit.


Karena itulah, tubuh sering memberikan sinyal ketika waktu istirahat tidak lagi cukup. Energi terasa cepat habis, suasana hati lebih mudah berubah, proses berpikir melambat, dan kulit tampak kehilangan kesegarannya meskipun rutinitas perawatan tidak berubah.


Baca Juga: Sibuk Menjaga Karier, Tapi Siapa yang Menjaga Tubuhmu? 


Produktivitas Tidak Bertentangan dengan Istirahat

Banyak pria masih memandang istirahat sebagai lawan dari produktivitas. Semakin sedikit waktu yang digunakan untuk tidur, semakin banyak waktu yang tersedia untuk bekerja. Cara berpikir seperti ini terdengar logis, tetapi tidak selalu sesuai dengan cara tubuh bekerja.


Hengky Kurniawan menilai bahwa menjaga ritme hidup yang sehat justru menjadi investasi bagi produktivitas jangka panjang. Menurutnya, olahraga, pola makan yang baik, waktu bersama keluarga, dan tidur yang cukup bukanlah penghambat kesuksesan. Semua itu membantu tubuh tetap memiliki energi untuk menjalani aktivitas secara konsisten.


Dr. Eve Van Cauter, profesor kedokteran dari University of Chicago yang banyak meneliti hubungan antara tidur dan metabolisme, menjelaskan bahwa kurang tidur kronis dapat mengganggu keseimbangan hormon yang mengatur nafsu makan, metabolisme, serta proses pemulihan tubuh. Dampaknya tidak hanya dirasakan pada kesehatan fisik, tetapi juga pada kemampuan tubuh menghadapi tekanan sehari-hari.


Perawatan diri juga menjadi bagian dari proses recovery. Membersihkan tubuh setelah beraktivitas, menjaga kulit tetap nyaman, dan memberi perhatian pada area sensitif membantu tubuh memasuki waktu istirahat dalam kondisi yang lebih baik. Rutinitas sederhana seperti mandi menggunakan produk yang sesuai dengan kebutuhan kulit dapat menjadi penutup hari yang membantu tubuh bertransisi menuju proses pemulihan.


Banyak pria baru mulai menghargai tidur setelah tubuh memberi tanda bahwa ritme hidupnya sudah terlalu berat. Padahal, pemulihan terbaik bukan terjadi ketika pekerjaan selesai, melainkan ketika tubuh memperoleh kesempatan yang cukup untuk memperbaiki dirinya sendiri. Tidur bukan waktu yang hilang dari kehidupan. Justru di sanalah tubuh mempersiapkan diri untuk menghadapi hari berikutnya. [][Rommy Rimbarawa/DRM]


Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi

Tags: #kesehatan pria #active lifestyle #tidur #dermond #recovery
Continue Reading

RELATED ARTICLES