Di tengah meningkatnya kesadaran pria terhadap perawatan diri, satu hal mulai terlihat jelas. Banyak rutinitas masih dibangun dari pendekatan yang sama untuk semua orang. Padahal, kebutuhan kulit tidak pernah benar-benar seragam sejak awal.
Momentum ini terasa kuat dalam gelaran Padel Couple Tournament di Bandung, yang diadakan dalam rangka merayakan 11 tahun pernikahan Hengky Kurniawan dan Sonya Fatmala. Gelaran ini bukan hanya menghadirkan olahraga dan keharmonisan pasangan, tetapi juga jadi ruang bagi Dermond memperkenalkan pendekatan baru dalam personal care pria. Di tengah dinamika acara, Dermond tidak sekadar hadir sebagai brand, tetapi sebagai representasi perubahan cara berpikir.
Sebagai co-owner Dermond, Hengky Kurniawan bersama dr. Fajar Arief Noor membawa visi bahwa perawatan pria tidak lagi bisa diposisikan secara umum. Selama ini, banyak keputusan perawatan dibuat berdasarkan tren atau kebiasaan yang ditiru. Namun, pendekatan tersebut mulai menunjukkan keterbatasannya.
Melalui peluncuran AI Skin Analyzer dan Chatbot, Dermond menunjukkan bahwa perawatan pria tidak lagi harus berbasis asumsi. Teknologi ini menjadi jembatan antara kebutuhan nyata kulit dan solusi yang diberikan. Dari sini, perawatan mulai bergerak ke arah yang lebih personal.
Baca Juga: Area Intim Pria Bukan Sekadar Dibersihkan, Ini Sistem Perawatan yang Tepat
Ketika Perawatan Tak Lagi Bisa Disamaratakan
Selama ini, banyak pria menjalani rutinitas yang terlihat sederhana. Menggunakan sabun yang sama, produk yang sama, dan langkah yang sama setiap hari dianggap sudah cukup. Selama tidak ada masalah besar, semuanya terasa aman.
Namun, realitanya tidak sesederhana itu. Aktivitas harian seperti olahraga, paparan polusi, hingga kebiasaan duduk lama menciptakan kondisi kulit yang sangat berbeda. Dari luar mungkin tidak terlihat, tetapi respon kulit selalu berubah mengikuti kondisi tersebut.
Di sinilah pendekatan generik mulai menunjukkan keterbatasannya. Produk yang sama bisa memberikan hasil berbeda pada setiap orang. Bukan karena produknya salah, tetapi karena kebutuhan yang tidak pernah benar-benar sama.
Dermond membaca celah ini sebagai sesuatu yang perlu diubah. Perawatan tidak lagi bisa hanya mengandalkan label “untuk pria” atau “untuk kulit berminyak”. Dibutuhkan pendekatan yang lebih spesifik, lebih adaptif, dan lebih personal.
Melalui AI Skin Analyzer, proses ini mulai bergeser dari tebakan menjadi pemahaman. Kulit dianalisis berdasarkan kondisi aktual, bukan persepsi. Dari sini, rekomendasi menjadi lebih relevan.
Pendekatan ini mengubah peran pengguna. Bukan lagi sekadar konsumen, tetapi menjadi bagian dari proses memahami kondisi kulitnya sendiri. Dari sini, hubungan dengan perawatan menjadi lebih sadar.
Baca Juga: Duduk Lama, Pakaian Ketat, dan Area Sensitif yang Mulai Reaktif
Teknologi sebagai Jembatan antara Kebutuhan dan Solusi