Back to Articles
PRODUCT & INSIGHT

Perawatan Pria Tak Lagi Generik, Dermond Membawa Pendekatan Berbasis AI

Perawatan pria kini bergerak ke arah personalisasi berbasis AI, bukan lagi pendekatan generik

April 29, 2026
4 min read
5 views
Perawatan Pria Tak Lagi Generik, Dermond Membawa Pendekatan Berbasis AI

Di tengah meningkatnya kesadaran pria terhadap perawatan diri, satu hal mulai terlihat jelas. Banyak rutinitas masih dibangun dari pendekatan yang sama untuk semua orang. Padahal, kebutuhan kulit tidak pernah benar-benar seragam sejak awal.


Momentum ini terasa kuat dalam gelaran Padel Couple Tournament di Bandung, yang diadakan dalam rangka merayakan 11 tahun pernikahan Hengky Kurniawan dan Sonya Fatmala. Gelaran ini bukan hanya menghadirkan olahraga dan keharmonisan pasangan, tetapi juga jadi ruang bagi Dermond memperkenalkan pendekatan baru dalam personal care pria. Di tengah dinamika acara, Dermond tidak sekadar hadir sebagai brand, tetapi sebagai representasi perubahan cara berpikir.


Sebagai co-owner Dermond, Hengky Kurniawan bersama dr. Fajar Arief Noor membawa visi bahwa perawatan pria tidak lagi bisa diposisikan secara umum. Selama ini, banyak keputusan perawatan dibuat berdasarkan tren atau kebiasaan yang ditiru. Namun, pendekatan tersebut mulai menunjukkan keterbatasannya.


Melalui peluncuran AI Skin Analyzer dan Chatbot, Dermond menunjukkan bahwa perawatan pria tidak lagi harus berbasis asumsi. Teknologi ini menjadi jembatan antara kebutuhan nyata kulit dan solusi yang diberikan. Dari sini, perawatan mulai bergerak ke arah yang lebih personal.


Baca Juga: Area Intim Pria Bukan Sekadar Dibersihkan, Ini Sistem Perawatan yang Tepat 


Ketika Perawatan Tak Lagi Bisa Disamaratakan

Selama ini, banyak pria menjalani rutinitas yang terlihat sederhana. Menggunakan sabun yang sama, produk yang sama, dan langkah yang sama setiap hari dianggap sudah cukup. Selama tidak ada masalah besar, semuanya terasa aman.


Namun, realitanya tidak sesederhana itu. Aktivitas harian seperti olahraga, paparan polusi, hingga kebiasaan duduk lama menciptakan kondisi kulit yang sangat berbeda. Dari luar mungkin tidak terlihat, tetapi respon kulit selalu berubah mengikuti kondisi tersebut.


Di sinilah pendekatan generik mulai menunjukkan keterbatasannya. Produk yang sama bisa memberikan hasil berbeda pada setiap orang. Bukan karena produknya salah, tetapi karena kebutuhan yang tidak pernah benar-benar sama.


Dermond membaca celah ini sebagai sesuatu yang perlu diubah. Perawatan tidak lagi bisa hanya mengandalkan label “untuk pria” atau “untuk kulit berminyak”. Dibutuhkan pendekatan yang lebih spesifik, lebih adaptif, dan lebih personal.


Melalui AI Skin Analyzer, proses ini mulai bergeser dari tebakan menjadi pemahaman. Kulit dianalisis berdasarkan kondisi aktual, bukan persepsi. Dari sini, rekomendasi menjadi lebih relevan.


Pendekatan ini mengubah peran pengguna. Bukan lagi sekadar konsumen, tetapi menjadi bagian dari proses memahami kondisi kulitnya sendiri. Dari sini, hubungan dengan perawatan menjadi lebih sadar.


Baca Juga: Duduk Lama, Pakaian Ketat, dan Area Sensitif yang Mulai Reaktif 


Teknologi sebagai Jembatan antara Kebutuhan dan Solusi

Teknologi sering dianggap sebagai pelengkap dalam industri kecantikan. Namun, dalam konteks Dermond, ia menjadi inti dari pendekatan baru. AI tidak hanya digunakan untuk terlihat modern, tetapi untuk menjawab masalah yang nyata.


Pengembangan sistem ini dipimpin oleh Wendra Wilendra, M.MT., yang menjadi otak di balik integrasi AI dalam ekosistem Dermond. Pendekatan ini tidak berhenti pada analisis, tetapi juga diterjemahkan menjadi rekomendasi yang aplikatif bagi pengguna. Dari sini, teknologi benar-benar berfungsi sebagai alat bantu, bukan sekadar fitur tambahan.


Melalui chatbot yang diperkenalkan dalam event tersebut, interaksi tidak lagi berhenti pada pembelian produk. Pengguna bisa mendapatkan rekomendasi, memahami kondisi kulit, dan menyesuaikan perawatan secara berkelanjutan. Ini menciptakan hubungan yang lebih panjang antara brand dan pengguna.

Pendekatan ini juga memperkuat sistem perawatan yang sebelumnya telah diperkenalkan Dermond. 


Dalam artikel sebelumnya, Dermond menekankan bahwa perawatan area intim pria membutuhkan sistem cleanse, protect, dan recover. Dengan bantuan AI, sistem ini tidak lagi statis, tetapi bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.


Di sinilah teknologi dan produk mulai bekerja sebagai satu kesatuan. Produk bukan lagi sekadar solusi umum, tetapi menjadi bagian dari sistem yang lebih personal. Dari sini, efektivitas tidak hanya bergantung kepada bahan, tetapi pada kesesuaian.


Dalam konteks yang lebih luas, ini juga jadi refleksi perubahan perilaku. Pria tidak lagi hanya mencari produk, tetapi mencari solusi yang relevan dengan kondisi mereka. Dari sini, perawatan menjadi lebih masuk akal dan tidak terasa dipaksakan.


Pendekatan berbasis AI ini bukan sekadar inovasi sesaat. Ia menjadi tanda bahwa personal care pria sedang bergerak ke arah yang lebih spesifik dan terarah. Dari sekadar rutinitas, menjadi sistem yang dibangun berdasarkan kebutuhan nyata.


Dan di titik itulah, perawatan tidak lagi terasa generik. Ia menjadi sesuatu yang benar-benar personal. [][Adrian Damar/DRM]


Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi

Tags: #AI skincare #dermond #personal care pria #skin analyzer #teknologi kecantikan
Continue Reading

RELATED ARTICLES